Syafakillah dan
Syafakallah adalah ungkapan atau ucapan ketika kita mendapati seseorang baik
itu kerabat, saudara ataupun tetangga sedang dalam keadaan sakit.
Arti Syafakillah dan
Syafakallah artinya adalah semoga Allah menyembuhkanmu. keduanya memiliki arti
sama, hanya saja perbedaannya terletak pada cara penggunaannya. Syafakillah digunakan ketika
yang sedang sakit tersebut adalah perempuan.
Sedangkan Syafakallah diucapkan kepada laki-laki.
Adapun untuk orang yang jumlahnya lebih dari satu, Menurut tata bahasa bahasa
Arab, menggunakan kalimat “Syafakumullah”.
Arti Syafakillah Sesuai Tata
Bahasa
1. شفاك الله (Syafakallah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki).
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki).
2. شفاك الله (Syafakillah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).
3. شفاكم الله (Syafakumullah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (laki-laki).
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (laki-laki).
4. شفاه الله (Syafahullah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (laki-laki).
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (laki-laki).
5. شفاها الله (Syafahallah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (perempuan).
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (perempuan).
6. شفاهم الله (Syafahumullah)
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (laki-laki).
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (laki-laki).
7. شفاهن الله (Syafahunnallah) Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka
(perempuan).
Perlu digaris bawahi
bahwa Kalimat Syafakillah dan
Syafakallah ini adalah sebuah seruan atau ungkapan
sehari-hari bahasa Arab yang biasa digunakan. dan balasan ucapan Syafakillah
sendiri salah satunya adalah bisa menggunakan kalimat Jazakallahu khairan.
Namun, secara pribadi.
Penulis belum menemukan riwayat tentang penggunaan kata ‘Syafakillah’ ini di masa Rasulullah SAW.
Beliau hanya mengajarkan do’a- do’a dibawah ini ketika kita berjumpa atau
menjenguk orang yang sedang sakit
Do’a Untuk Orang Sakit
Nah, Menyambung
penjelasan sebelumnya. Ketika menjenguk orang sakit Rasulullah SAW mengajarkan
kita beberapa do’a untuk kesembuhan orang yang sedang tertimpa penyakit
tersebut. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
إِذَا دَخَلَ عَلَى مَنْ يَعُوْدُ قَالَ: لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.
Apabila beliau mengunjungi orang yang sakit, beliau berkata,
‘Laa ba’-sa thahuurun
Insyaa Allaah’
– Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.’" [HR. Al-Bukhari] –
Insyaa Allaah’
– Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.’" [HR. Al-Bukhari] –
Adapun do’a lainnya
:
:
للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً.
Allahumma Robbannas, Adz-Hibil Ba’sa Isyfi Antasy-Syafi La
Syifa’a Illa Syifa’uka Syifa’an La Yughadiru Saqoman.
Ya Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkan segala penyakit,
sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali
dari pada-Mu,
sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi.
sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi.
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Sebagai sesama manusia,
terlebih sesama Muslim, ketika seseorang diantaranya mengalami musibah, dalam
hal ini ditimpa suatu penyakit. Maka ada kewajiban kita untuk menjenguk orang
tersebut. Baik yang dihinggapi sakit ringan apalagi berat.
Menjenguk orang sakit
merupakan hak antara seorang muslim dengan muslim lainnya yang wajib
ditunaikan. Sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ “حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إذَا لَقِيْتــَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاك
فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَك فَانْصَحْهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَ إِذاَ مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذاَ ماَتَ
فاتـْبَعْهُ". (رَواهُ مُسلمٌ، بَابُ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ لِلْمُسْلِمِ رَدُّ السَّلَامِ برقم 2162)
Dari Abu Hurairah RA ia
berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hak
seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam, yaitu:
(1) jika kamu bertemu
dengannya maka ucapkanlah salam,
(2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,
(3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,
(4) jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka do’akanlah ia dengan Yarhamukallah (artinya = mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu),
(5) jika ia sakit maka jenguklah dan
(6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya". (HR. Muslim, no. 2162).
(2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,
(3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,
(4) jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka do’akanlah ia dengan Yarhamukallah (artinya = mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu),
(5) jika ia sakit maka jenguklah dan
(6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya". (HR. Muslim, no. 2162).
Rasulullah SAW juga
menuntun umatnya, bagaimana seharusnya seorang Muslim menyikapi saudaranya
ketika dihingapi rasa sakit. Disini ada peluang Ibadah, ada pahala yang sangat
besar yang dijanjikan untuk orang yang menjenguk orang sakit. Sebagaimana yang
disebutkan dalam beberapa hadits.
Hadits Pertama;
إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Sesungguhnya seorang muslim bila menjenguk saudaranya sesama
muslim maka ia terus menerus berada di khurfatil jannah hingga ia pulang
(kembali)." (HR. Muslim no. 6498).
Hadits Kedua;
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ
Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari
melainkan 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya)
hingga ia berada di sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka
70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia
berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah-buahan yang dipetik di dalam surga.(HR. At-Tirmidzi no. 969)
Menjenguk atau menengok
orang sakit sangat dianjurkan dan mempunyai banyak pahala. dan hukumnya bisa menjadi
farhu kifayah jika yang sakit adalah orang yang tidak memiliki kerabat atau
keluarga yang membantunya.
Tanyakan keadaan. apa
kebutuhan dan bantuan yang diperlukannya sehingga sakit yang dideritanya
menjadi lebih ringan dan tidak bertambah parah.
Adab – Adab Menjenguk Orang Sakit
Selain ada keutamaan
dalam menjenguk orang sakit. Ada juga beberapa adab yang harus kita perhatikan ketika
menemui orang yang sedang ‘kepayahan’ tersebut. Diantaranya;
- Menziarahi pesakit semata- mata karena Allah SWT dan
mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.
- Memberikan nasihat supaya sabar dan tabah dengan yang
dideritanya.
- Mengucapkan perkataan yang baik- baik.
- Memegang tangan atau mengusap lembut tubuhnya
(kecuali bukan mahram). dan duduk disebelah kanan. - Bertanya tentang keperluan atau kebutuhan pesakit. Baik dalam
keuangan, ibadah dll.
- Singkatkan dan beri jarak waktu berziarah. Tidak datang
terlalu sering.
- Mendo’akan pesakit agar segera di beri kesembuhan.
Perkara Yang Harus
Dihindari
- Masuk ke ruangan atau rumah dengan tidak sopan.
- Berlama- lama.
- Melakukan atau berbicara perkataan sia- sia.
- Berbicara tentang keburukan orang lain.
- Datang diwaktu larut malam, awal pagi atau waktu rehat.
- Mengambil dan menggunakan sesuatu tanpa izin miliki pesakit.
Ungkapan Bahasa Arab Sehari – Hari Lainnya
Selain dari Syafakillah
dan Syafakallah masih banyak ungkapan-ungkapan bahasa Arab yang biasa digunakan
masyarakat disekitar kita. Baik itu di lingkungan nyata maupun di film-film
bertemakan tentang Islam. Berikut adalah beberapa diantaranya.
1. Syukran – Terima Kasih
2. Jazaakumullah Khairan – Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.
3. Barakallahu fiik – Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu.
4. Barakallah fii umrik – Semoga Allah memberikan keberkahan atas umurmu
5. Fii amaanillah – Semoga dalam lindungan Allah.
6. Ilalliqa – Sampai Bertemu Lagi, diucapkan orang yang pergi / pamit.
7. Maas Salaamah – Semoga dalam keselamatan, Jawaban no 6.
8. Shahih – Benar.
9. Tafadhdhal – Silakan, Digunakan untuk laki-laki (tunggal) ataupun Umum.
11. Tafadhdhalii – Silakan, Digunakan untuk perempuan (tunggal).
10. Mumtaaz – Keren, Mantap – Bagus banget, Untuk menunjukan pujian).
2. Jazaakumullah Khairan – Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.
3. Barakallahu fiik – Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu.
4. Barakallah fii umrik – Semoga Allah memberikan keberkahan atas umurmu
5. Fii amaanillah – Semoga dalam lindungan Allah.
6. Ilalliqa – Sampai Bertemu Lagi, diucapkan orang yang pergi / pamit.
7. Maas Salaamah – Semoga dalam keselamatan, Jawaban no 6.
8. Shahih – Benar.
9. Tafadhdhal – Silakan, Digunakan untuk laki-laki (tunggal) ataupun Umum.
11. Tafadhdhalii – Silakan, Digunakan untuk perempuan (tunggal).
10. Mumtaaz – Keren, Mantap – Bagus banget, Untuk menunjukan pujian).
11. Laa Adri – Tidak tahu.
12. Syafakillah – Semoga Allah menyembuhkanmu (perempuan)
13. Syafakallah – Semoga Allah menyembuhkanmu (laki-laki)
14. Na’am – Iya / Ya
15. Laa – Tidak
16. Ahlan wa Sahlan – Selamat Datang.
17. Kayfa Halukh – Apa Kabar?
18. Akhi – Saudaraku (laki-laki, tunggal).
19. Ukhti – Saudariku (perempuan, tunggal).
20. Ikhwan – Saudaraku (Jamak/banyak).
12. Syafakillah – Semoga Allah menyembuhkanmu (perempuan)
13. Syafakallah – Semoga Allah menyembuhkanmu (laki-laki)
14. Na’am – Iya / Ya
15. Laa – Tidak
16. Ahlan wa Sahlan – Selamat Datang.
17. Kayfa Halukh – Apa Kabar?
18. Akhi – Saudaraku (laki-laki, tunggal).
19. Ukhti – Saudariku (perempuan, tunggal).
20. Ikhwan – Saudaraku (Jamak/banyak).
21. Akhwat – Saudariku
(Jamak/banyak).
22. Ana – Saya
23. Anta – Kamu (laki-laki)
24. Fulan – Seseorang yang tidak di ketahui namanya (si fulan = si anu)
25. Fulanah – Sama seperti No 24 (untuk perempuan).
22. Ana – Saya
23. Anta – Kamu (laki-laki)
24. Fulan – Seseorang yang tidak di ketahui namanya (si fulan = si anu)
25. Fulanah – Sama seperti No 24 (untuk perempuan).
Ucapan Lain Sebagai Bentuk pujian terhadap Allah SWT
Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).
Subhanallah (Maha Suci Allah).
AllahuAkbar (Allah Maha Besar).
Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah).
Insya Allah (Bila Allah Berkehendak).
Wallahu A’lam Bishawab (dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya).
Subhanallah (Maha Suci Allah).
AllahuAkbar (Allah Maha Besar).
Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah).
Insya Allah (Bila Allah Berkehendak).
Wallahu A’lam Bishawab (dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya).
Demikianlah penjelasan
tentang arti dari Syafakillah, Syafakallah, Syafahallah juga Barakallah fii
umrik, arti Assalamualaikum dan juga kosakata bahasa Arab yang sering
masyarakat Indonesia gunakan dalam kehidupan sehari – hari.
Semoga bermanfaat untuk
rekan pembaca sekalian – Wallahu A’lam Bishawab
